KB-RAIT Bina Insani Memperingati Idul Adha dengan Acara Bakar Sate Bersama di Sekolah

Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1447 H, KBRAIT Bina Insani mengadakan kegiatan edukatif dan menyenangkan bertajuk “Bakar Sate Bersama” yang diikuti oleh seluruh peserta didik KB dan RAIT Bina Insani. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026 ini bertujuan untuk mengenalkan makna Hari Raya Idul Adha kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB dan dilanjutkan dengan aktivitas pembelajaran di kelas masing-masing. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat sangat antusias, ceria, dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan oleh para ustadzah. Melalui kegiatan ini, KBRAIT Bina Insani tidak hanya mengajak anak-anak untuk mengenal tradisi Hari Raya Idul Adha, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan diawali dengan Happy Morning yang dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB. Seluruh peserta didik berkumpul bersama para ustadzah untuk mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan seperti bernyanyi, bertepuk semangat, serta melakukan gerakan sederhana yang membuat suasana pagi menjadi lebih ceria. Keceriaan tampak menghiasi wajah seluruh peserta didik. Mereka mengikuti arahan ustadzah dengan penuh semangat dan menunjukkan kesiapan untuk belajar bersama tentang makna Hari Raya Idul Adha.

Setelah kegiatan Happy Morning selesai, anak-anak melanjutkan kegiatan dengan toilet training. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembiasaan positif yang terus diterapkan di KBRAIT Bina Insani untuk melatih kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri. Pembiasaan sederhana seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter mandiri pada anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah.

Usai toilet training, seluruh peserta didik diajak untuk duduk bersama di halaman sekolah. Dengan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, anak-anak mengikuti kegiatan doa bersama yang dipimpin oleh ustadzah. Kegiatan doa bersama menjadi sarana untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa setiap aktivitas yang dilakukan hendaknya diawali dengan berdoa kepada Allah SWT. Melalui pembiasaan ini, anak-anak belajar untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan serta memohon keberkahan dalam setiap kegiatan yang dijalani.

Salah satu kegiatan inti dalam peringatan Idul Adha kali ini adalah sesi bercerita tentang Hari Raya Idul Adha yang disampaikan oleh ustadzah. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ustadzah menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Anak-anak diajak memahami bagaimana ketaatan Nabi Ibrahim kepada perintah Allah SWT menjadi teladan yang luar biasa bagi umat Islam.  Selama sesi berlangsung, anak-anak tampak fokus mendengarkan. Sesekali mereka menjawab pertanyaan dari ustadzah dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa mereka tertarik dan memahami cerita yang disampaikan.

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai makna Hari Raya Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan praktik sholat Idul Adha bersama di halaman sekolah. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha kepada anak-anak sejak dini. Para ustadzah memberikan contoh gerakan dan bacaan secara sederhana sehingga mudah diikuti oleh peserta didik.

Kegiatan yang paling ditunggu oleh anak-anak akhirnya tiba, yaitu membuat sate dari daging kurban. Dengan pendampingan para ustadzah, anak-anak diberi kesempatan untuk membuat sate secara sederhana.  Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih keterampilan motorik halus anak, konsentrasi, koordinasi tangan dan mata, serta rasa percaya diri dalam mencoba hal-hal baru.

Setelah sate selesai disiapkan, kegiatan dilanjutkan dengan membakar sate bersama. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling meriah dalam seluruh rangkaian acara. Dengan pengawasan penuh dari para ustadzah, anak-anak menyaksikan proses pembakaran sate hingga matang. Aroma sate yang mulai tercium membuat mereka semakin tidak sabar untuk mencicipi hasil karya mereka sendiri.

Setelah sate matang, tibalah saat yang paling dinanti oleh seluruh peserta didik, yaitu mencicipi sate hasil buatan mereka sendiri. Dengan wajah penuh kebahagiaan, anak-anak menikmati sate bersama teman-teman dan para ustadzah. Momen makan bersama ini juga menjadi sarana untuk mengajarkan kebersamaan, rasa syukur, dan menghargai makanan yang telah diperoleh.

Keceriaan anak-anak semakin terlihat ketika mereka saling berbagi cerita mengenai pengalaman selama mengikuti kegiatan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara berlangsung. Antusiasme dan semangat yang ditunjukkan anak-anak sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan mampu memberikan kesan mendalam sekaligus membantu mereka memahami nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *